Sabtu, Februari 04, 2012

Indonesia Saat Ini Tidak Membutuhkan Parpol

Oleh Sunardian Wirodono

"Semua akan saya hadapi. Sebagai WNI yang taat, saya siap bekerja sama meluruskan yang sebenarnya. Ini bukan akhir dari segalanya, ini adalah awal pembuka semua,..." kata Angelina Sondakh dalam akun twiternya (3/2/12), "This is not THE END. Its just THE BEGINNING. Politics never fair play. Cukuplah ALLAH SWT yang menjadi wakilku dalam menghadapi kedzoliman ini."
Pernyataan normatif begitu, gampang dijumpai pada politikus atau koruptor kepepet Indonesia. Semua itu merujuk pada kenyataan, bahwa sebelum konangan (ketahuan), para barisan politikus busuk dan koruptor, bahu-membahu untuk saling melindungi, tawar-menawar, untuk kemudian saling seret-menyeret, tunjuk-menunjuk dan tuding-menuding sebagaimana lagu Leo Kristi "Komedi Badut-badut".
Jika kita percaya kata-kata normatif politikius busuk dan koruptor Indonesia, bisa pusing kita, karena siapa sesungguhnya yang bersalah, yang menyebabkan Indonesia jadi negara blangsak ini, tidak ada. Polisi mengatakan dirinya tak pernah bersalah, demikian pula jaksa, hakim, para menteri, wakil menteri, bupati, gubernur, bahkan tentu saja presiden, hingga perlu mengatakan pengritik-pengritik itu tidak waras. Dan tak pernah kita lihat, mereka meminta maaf atas omongan asbunnya.
Coba perhatikan, pernyataan klasik Anggie di atas. Bahkan, terlihat sangat religius, meski agak kurang ajar, karena untuk menghadapi semua kedzaliman itu, cukup Allah SWT sebagai wakilnya! Duh, kalau Allah SWT tidak cukup, mau minta diwakili siapa? AU atau SBY? Apakah dua nama itu lebih kuasa dibanding Allah? Tentu saja, nggak usah dributkan, itu hanya karena Angie bukan orang yang pinter berbahasa Indonesia yang baik dan benar saja. Kualitas bahasa menunjuk kualitas logika.
Jika kita turuti omongan sampah itu, lantas, siapa sesungguhnya yang bersalah? Tidak ada bukan? Dan paling gampang adalah pernyataan normatif lainnya, yang salah adalah rakyat yang bodoh, yang memilih mereka dan membiarkan mereka berkuasa. Komentar semacam itu, jauh lebih menunjukkan kebodohan yang lebih parah. Bukan sekedar pendapat apolitis untuk menilai soal politik, tetapi khas pendapat oportunis yang berlagak netral atau moderat. Padahal, netral dan moderat tak lain di jaman kini hanyalah ciri pencari muka dan pencari selamat.
Apa yang terjadi pada kasus yang menimpa Partai Demokrat, tidak sangat istimewa. Itu pasti juga akan bisa terjadi di partai lainnya. Kenapa? Karena parpol kita bukanlah organisasi partai modern, melainkan lebih merupakan sebuah Perusahaan Terbatas yang didirikan oleh para petualang, yang amatiran dan mengandalkan hubungan patron-klien. Akan berbeda halnya dengan parpol modern yang digagas para founding father kita hampir seabad silam, jauh lebih modern karena jika pun mengandalkan patron-klien, kita sungguh tahu kualitas patron yang benar-benar patohan.
Sementara, kita lihat hampir semua ketua umum partai kita, atau bahkan Ketua Umum Dewan Pembinanya sekali pun, lebih merupakan pedagang kepentingan dibanding negarawan. Di samping tak pernah menelorkan pokok pemikiran yang dibutuhkan bangsanya, yang ada hanyalah sibuk dengan urusannya sendiri. Lihat isi pidato-pidato SBY, lihat iklan-iklan Aburizal Bakrie, lihat pula bagaimana Anas Urbaningrum, Surya Paloh, Prabowo Subianto, dan apalagi Hatta Radjasa serta semua nama yang dicalonkan menjadi Presiden RI 2014 (bahkan sekali pun Jusuf Kalla menyatakan bersedia maju jika dicalonkan, hadeeeeh, Pak, sudahlah, jadi ketua PMI yang baik jauh lebih baik). Dengan mohon maaf, rata-rata sampah belaka!
Sesungguhnya, kita saat ini tidak membutuhkan presiden, apalagi parpol, dan lebih apalagi, yang berkualitas rendah. Yang kita butuhkan adalah generasi baru Indonesia, yang mampu menata sistem ketatanegaraan Indonesia bebas lepas dari patron-klien dan segala klenik. Bukan tergantung pada tokoh atau nama, melainkan kinerja. Indonesia bisa maju lebih cepat, jika para cecurut itu sudah tiada.
Sebut satu-satu ketua umum partai politik, apakah yang mereka katakan, sejak dari 2004 hingga kini? Tidak pernah memunculkan kata-kata yang dibutuhkan bangsa dan negara ini. Padahal kita tahu, kualitas kata yang diproduksi, menunjukkan kualitas pemikirannya. Memang orang boleh mengatakan, yang penting adalah kerja, bukan kata-kata. Tapi, kerja tanpa kualitas pemikiran yang bagus, bisa jadi hanya justifikasi atau tempat mereka berkilah. Untuk menutupi kejahatan mereka dalam melakukan mark-up anggaran, penilepan, mencari proyek untuk sumbangan ke partai, atau mencari cara untuk menyelamatkan kepentingan pribadi dan keluarganya.

2 komentar:

  1. Halo Setiap Satu, nama saya wanita Jane alice dari Indonesia, dan saya bekerja dengan bersatu bangsa kompensasi, dan kami telah mendengar dan juga membuat pinjaman dari perusahaan pinjaman, saya cepat ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan seluruh Indonesia yang mencari pinjaman di internet sangat berhati-hati untuk tidak jatuh di tangan scammers dan fraudstars, ada banyak lender kredit palsu di sini di internet dan beberapa dari mereka adalah asli dan nyata, aku ingin meluncur kesaksian tentang bagaimana Tuhan menuntun saya untuk pemberi pinjaman dan Pinjaman nyata genue telah mengubah hidup saya dari rumput rahmat, setelah saya telah tertipu oleh beberapa pemberi pinjaman kredit di sini di internt, saya kehilangan banyak uang untuk membayar biaya pendaftaran, isurance, pajak, dan setelah pembayaran saya masih tidak mendapatkan saya pinjaman. Setelah berbulan-bulan mencoba untuk mendapatkan pinjaman di internet dan jumlah scammed kali uang tanpa mendapatkan pinjaman dari perusahaan mereka sehingga saya menjadi begitu putus asa dalam mendapatkan pinjaman dari online genue kredit pemberi pinjaman yang tidak akan meningkatkan rasa sakit saya, jadi saya memutuskan untuk menghubungi seorang teman saya yang baru-baru mendapat pinjaman online, kita membahas kesimpulan kita tentang masalah dan dia bercerita tentang seorang wanita yang disebut Mr Dangote yang merupakan CEO dari Dangote Pinjaman Perusahaan. Jadi saya diterapkan untuk jumlah pinjaman (Rp400,000,000) dengan tingkat bunga rendah 1,5%, tidak merawat usia saya, karena saya mengatakan kepadanya apa yang saya ingin menggunakan uang itu untuk membangun bisnis dan pinjaman saya disetujui dengan mudah tanpa stres dan semua persiapan dilakukan pada transfer kredit dan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah pendaftaran pinjaman, sudah disimpan ke bank dan mimpi saya datang melalui. Jadi saya ingin saran yang membutuhkan genue panggilan pinjaman cepat sekarang email di Dangotegrouploandepartment@gmail.com. dia tidak tahu bahwa aku melakukan ini. Saya berdoa agar Tuhan memberkati dia untuk hal-hal baik yang telah dilakukan dalam hidup saya. Anda juga dapat menghubungi saya di ladyjanealice@gmail.com hari yang indah lebih info..

    BalasHapus
  2. Hello Am Mr Paul Green, Am sah dan dapat diandalkan pemberi pinjaman pinjaman. Saya menawarkan semua jenis paket Kredit. Aku memberikan pinjaman pada syarat dan ketentuan yang jelas dan dimengerti pada tingkat bunga 3%. Dari $ 5.000 untuk $ 6.000.000 USD, Euro dan Pounds Hanya. Saya memberikan Kredit Usaha, Kredit Pribadi, Pinjaman Mahasiswa, Kredit Mobil Dan Pinjaman Untuk Bayar Mati uang kertas. Jika Anda tertarik silakan hubungi kami: paulloanfundshelp1@gmail.com

    Nama lengkap Anda:
    Jenis kelamin:
    Negara:
    Jumlah Pinjaman Dibutuhkan:
    Durasi Pinjaman:
    Pendudukan:
    Nomor telepon:
    Pinjaman Tujuan:
    Pendapatan bulanan:
    Hubungi kami hanya Alamat Email ini: paulloanfundshelp1@gmail.com
    Nomor Telepon: +917411065240
    Salam Hormat
    Mr Paul Green

    BalasHapus