Senin, Agustus 08, 2016

Transfer Kepemimpinan


Bisa dipastikan, Jokowi adalah pihak yang patut disalahkan. Beberapa anak muda Jakarta, yang katanya ‘Gue Jakarta, Gue Beda, Gue Risma!’, meminta Tri Rismaharani meninggalkan Surabaya, dan menjadi gubernur Jakarta.

Permintaan hampir sama, juga pernah diajukan pada Ridwan Kamil. Tapi setelah bertemu Jokowi, konon Ridwan Kamil mau konsentrasi di Bandung. Hingga anggota DPD, AM Fatwa, meminta Jokowi tak menghalangi langkah Ridwal Kamil dicalonkan di DKI Jakarta. Tak ada urusan warga Surabaya dan Bandung keberatan atau tidak! Pokokmen Jokowi yang salah!

Karena dari Jokowilah, loncat jabatan itu seolah semua orang bisa mengalami. Bayangkan, di masa jabatan kedua yang belum selesai, sebagai Walikota Solo, Jokowi ikut Pilkada Jakarta. Eh, belum lama menjadi Gubernur Jakarta, ikut berlaga dalam Pilpres 2014. Terpilih menjadi Presiden RI. Ini apa-apaan?

Tapi, lantaran ini negeri demokrasi, semua orang boleh melakukan sebagaimana Jokowi. Apalagi menjadi Gubernur DKI diyakini bisa jadi batu lompatan, sebagai kandidat presiden RI. Makanya, Yusril Ihza Mahendra dan Ahmad Dhani, juga tak kalah ngebet, meski dua-duanya kini entah di mana.

Yoyok Mbatang, Kang Toyo Bojonegoro, dulu juga pernah ngincer pilgub DKI Jakarta 2017. Beberapa parpol bahkan selain memburu Ridwan Kamil dan Tri Rismaharani, juga membujuk Buwas, Susi Pudjiastuti, untuk maju ke pilgub DKI. Kenapa? Jawabnya pendek saja: Karena parpol tak becus mendidik kadernya dalam kepemimpinan sipil. Bisanya ngambil sana-sini-situ. 

Kini terdengar pula ada yang usul, Anies Baswedan majulah ke cawalkot Yogyakarta, setelah Garin Nugroho disambut dingin warga Yogyakarta. Anies Baswedan pasti melaju kencang di Yogya. Hampir semua pengendara mobil dan sepeda motor di Yogya, bahkan sudah memasang plat kendaraannya dengan inisial; AB! Sri Sultan HB X pun, telah memajang plat mobilnya, AB-1!

Itulah, jika rakyat sipil tak mampu mengolah ceruk-meruk perutnya sendiri. Parpol masing-masing level, tak tahu yang menjadi tugas keberadaannya. Kepemimpinan kemudian menjadi bisnis kepentingan, dan transaksional. Ukurannya begitu gampang; Popularitas. Bisa jadi popularitas manifestasi dari reputasi dan kinerja. Tetapi tentu tak semua orang pintar bisa mengupas biji kwaci. John Lennon ternyata gaptek, dan tak bisa mengoperasikan kaset recorder.

Sebetulnya, akan lebih bagus kalau warga Jakarta, di tengah kebingungan parpol mencarikan musuh bagi Ahok, bisa menyewa atau melakukan transfer kepemimpinan. Nyewa atau transfer seperti para pemain sepakbola. Mungkin bisa lebih praktis. Kalau bosan tinggal putus kontrak, atau dijual ke daerah lain lagi. Atau kalau perlu, sekalian saja transfer Gareth Bale atau Luiz Suarez! Biar keren!

3 komentar:

  1. Balasan
    1. KABAR BAIK!!!

      Nama saya Lady Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman agar sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu kepada Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran di muka, tetapi mereka adalah penipu , karena mereka kemudian akan meminta pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, jadi berhati-hatilah terhadap Perusahaan Pinjaman yang curang itu.

      Perusahaan pinjaman yang nyata dan sah, tidak akan menuntut pembayaran konstan dan mereka tidak akan menunda pemrosesan transfer pinjaman, jadi harap bijak.

      Beberapa bulan yang lalu saya tegang secara finansial dan putus asa, saya telah ditipu oleh beberapa pemberi pinjaman online, saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman yang sangat andal bernama Ms. Cynthia, yang meminjamkan saya pinjaman tanpa jaminan sebesar Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa konstan pembayaran atau tekanan dan tingkat bunga hanya 2%.

      Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya terapkan dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.

      Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik jika dia membantu saya dengan pinjaman, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa stres atau penipuan

      Jadi, jika Anda memerlukan pinjaman apa pun, silakan hubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan atas karunia Allah, ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda mematuhi perintahnya.

      Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan memberi tahu saya tentang Ibu Cynthia, ini emailnya: arissetymin@gmail.com

      Yang akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran cicilan pinjaman saya yang akan saya kirim langsung ke rekening perusahaan setiap bulan.

      Sepatah kata cukup untuk orang bijak.

      Hapus

Khianat Politikus Ketika Keringat Rakyat Belum Kering

Oleh: Sunardian Wirodono Sudah jamak, pemilu usai rakyat ditinggalkan. Rakyat pemilik hak suara, sebagaimana...