Jumat, Oktober 10, 2014

Novel Politik Jokowi Undercover Beredar

Bagaimana mungkin Devi Kiriani bertemu dengan Mark Zuckerbergh, hingga mendapat wejangan dari murid Muso, tokoh PKI tua itu di Gunung Klothok, Kediri? Demikian juga bagaimana mungkin Dor dan Hashim Ponto mendengarkan pidato 1 Juni 1945 dari Bung Karno, dalam percintaan mereka di hutan perbatasan antara Indonesia dan Malyasia di Kalimantan Barat? Semuanya sangat mungkin, karena antara fakta dan fiksi sangat cair dalam literacy politik di Indonesia.
Itu semua terekam dalam ‘Jokowi Undercover’. Saya tidak tahu masuk kategori buku apa. Saya menulis buku tersebut dengan semangat merekam semua pembicaraan politik negeri ini, yang begitu gegap-gempita sepanjang pemilu dan khususnya pemilihan presiden 2014. Tak pernah dalam sepanjang sejarah kepolitikan Indonesia, gairah masyarakat negeri ini sebagaimana yang terlihat sekarang.
Dengan adanya social-media seperti facebook, twitter, blog, dan lain sejenisnya itu, politik menjadi kosakata yang sangat akrab dan dekat dengan kehidupan keseharian, ia mengalahkan gossip artis dari dunia hiburan pop.  Bukan hanya bagi kalangan terdidik di kota, melainkan juga jauh ke pelosok dusun dan gunung, bahkan bagi mereka yang sangat terbatas akses informasi serta tingkat pendidikan mereka.
Jokowi Undercover meramu semua itu dalam tulisan campur-aduk, penuh dengan kutipan media, yang disusun sedemikian rupa menjadi sebuah cerita politik dengan rentang perjalanan waktu Indonesia, dari sejak pemilu pertama 1955, hingga kejadian mutakhir sekarang ini. Ada fakta dan fiksi dalam buku ini, semua bercampur-baur menjadi satu, seperti sebuah kolase, karena yang lebih penting adalah impresi dalam pembacaan semua persoalan yang disodorkan dalam buku ini. Sebagai novel mungkin terlalu cerewet, tetapi ini memang tentang bangsa yang sangat cerewet, terutama para pemimpin dan para elitenya di semua sisi. Baik dari sisi pandangan paling kiri dan paling kanan dalam wacana dialog kita selama ini.

JOKOWI UNDERCOVER | Akhirnya, novel politik Jokowi Undercover (xvi + 944 halaman) rampung juga dan siap beredar 10 Oktober 2014. Karena ini buku indie dan tidak diperjualbelikan di toko buku umum, dan dicetak secara terbatas, tentu saja kami memprioritaskan pelayanan/pengiriman buku pada pemesan terdahulu yang sudah melakukan transaksi/pembayaran, Rp 120.000 per-eksemplar (sudah termasuk ongkir). 

 
DATA BUKU
(1) Fisik: Ukuran 12 x 19 Cm. Tebal 944 + xvi hal. Kertas bookpaper 55 gram
(2) Bahasa: Indonesia
(3) Harga per-eksp., Rp 120.000 (sudah termasuk ongkos kirim)
(4) Penerbit: Yayasan Wiwara, Pr. Griya Taman Asri H-303, Panasan, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta55581. Telepon 0274.865682


CARA PEMESANAN/PEMBELIAN
(1). Tuliskan nama dan alamat lengkap, yang bisa dijangkau pos, ke inbox akun fb Sunardian Wirodono, blog: sunardian.blogspot.com., dan atau email ke sunardianwirodono@yahoo.com. Sertakan nomor HP untuk konfirmasi.
(2) Transfer uang pembelian buku ke no. rek. BCA no. 0373042223; Bank Mandiri no. 137.00.0521519.5; a.n Sunardian Wirodono
(3) Informasikan bukti transfer, dengan menyebutkan nomor notification/ validasi atau referensi ke no.  0856 4332 0856 | 0813 9397 9400 atau emailkan ke sunardianwirodono@yahoo.com

Terima kasih dan salam
Yayasan Wiwara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar