Selasa, September 04, 2018

Partai Emak-emak, Mendongenglah untuk Perubahan

Kaum ibu dan anak-anak, adalah kunci perubahan. Dengan cara terlibat politik praktis? Tidak! Sesuai marwah kaum ibu, bukan pada ranah ‘revolusioner’ melainkan ‘evolusioner’, yakni pendidikan sebagai jalan tumbuhnya peradaban.

Pada masa kini, jargon negara makmur karena kekayaan sda (sumber daya alam), sudah bukan jamannya lagi, jika bukan klaim yang menyesatkan. Apalagi, ketika sda habis dan hancur, karena sdm (sumber daya manusia) yang salah urus, salah kelola, salah niatan, hingga habis, dan generasi berikutnya tak kebagian apa-apa. 

Lahirnya negara miskin, antara lain juga karena kualitas sdm yang rendah, juga daya literasi rendah. Akibatnya pada daya imajinasi dan kreativitas yang rendah. Hingga semua itu berujung pada produktivitas, partisipasi, dan daya saing, yang juga rendah.




Dari sekian data indeks prestasi negara-negara makmur, ukurannya adalah kualitas sdm. Jepang dan Swiss contohnya. Jepang 80 persen pegunungan. Tak cocok untuk pertanian. Tapi negara ini mengimpor bahan mentah dari seluruh dunia, dan mengekspor produk manufaktur ke seluruh dunia. Swiss lebih ekstrim lagi, tidak menanam cokelat tetapi menghasilkan cokelat terbaik dunia. 

Darimana semuanya itu? Dari indeks prestasinya yang bertumpu pada kualitas manusia, sdm-nya. Individu yang berkarakter, mandiri, punya daya literasi dan imajinasi. Dari sana lahirlah kreativitas, inovasi, sampai kemudian inisiasi, kreasi, dan partisipasi. Semua dibangun dari proses pendidikan dan kebudayaan.

Kekuatan sebuah bangsa bergantung pada integritas rumah tangganya, berkata Konfusius. Bagi filsuf China yang hidup 500 SM ini, “Guna mengatur dunia, pertama-tama kita harus mengatur bangsa. Mengatur bangsa, pertama-tama kita harus mengatur keluarga. Mengatur keluarga, pertama-tama kita harus mengembangkan kehidupan pribadi kita; yakni pertama-tama kita harus menempatkan hati kita secara benar.”

Nusantara Raya ini kaya dengan sumber daya literasi yang luar biasa, yang akan menjadi sumber referensi bagi pengayaan generasi. Kita mulai dengan yang kecil, dengan “Seharian Jakarta Mendongeng”, yang diselenggarakan Lembaga Seni & Sastra Reboeng bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional R.I., di Gedung Perpusnas Jakarta, 28 Oktober 2018, dari sejak jam 08.00.

Anda bisa berperanserta dalam gerakan-gerakan kecil ini, menuju gerakan yang lebih besar lagi. Menjadikan Indonesia mendongeng Mendongeng, untuk tumbuhnya karakter baru bagi generasi baru Indonesia. Generasi yang tak pesimistis, yang siap berubah, yang berbeda-beda tetapi dalam kebersamaan dan persaudaraan.

Dari dalam rumah kita, kita mulai evolusi mental itu. Bukan revolusi mental. Sesuatu yang kecil, keseharian, tetapi nyata. Mendongeng pada anak-anak kita, berkomunikasi lintas generasi. Mulailah dari dongeng, karena menurut HC Andersen, “Hidup itu sendiri adalah dongeng yang menakjubkan.” Dan setiap manusia, dilahirkan sebagai pendongeng.

3 komentar:

  1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    BalasHapus
  2. Saya memiliki skor kredit yang sangat rendah sehingga upaya saya untuk meminjam dari Bank ditolak. Saya merasa bangkrut sampai-sampai saya tidak mampu membeli tiga kali sehari, dan saya benar-benar bangkrut karena nama saya identik dengan kemiskinan. saya berhutang baik dari teman-teman saya dan juga dari rentenir hidup saya di bawah ancaman saya harus melarikan diri dari rumah dan saya membawa anak-anak saya untuk bertemu ibu mertua saya karena sifat ancaman yang saya terima dari mereka yang meminjamkan saya uang Jadi saya harus mencari cara cepat dan mendesak untuk membayar kembali uang itu dan juga memulai bisnis baru usaha pertama saya sangat mengerikan karena saya ditipu sebesar Rp5.390.020,00 saya harus pindah juga dua minggu kemudian saya kehilangan Rp300.500,00 kepada pemberi pinjaman yang curang jadi saya turun secara finansial dan emosional karena ini yang paling tidak saya harapkan sehingga seorang teman saya memberi tahu saya untuk menghubungi email ini: :( iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com) bahwa saya harus meminta jumlah berapa pun berharap agar Bunda Iskandar selalu menjadi kembali untuk memberikan bantuan keuangan kepada siapa pun yang membutuhkan sehingga saya meminta untuk jumlah Rp850.000.000,00 dalam waktu 24 jam cerita saya berubah untuk selamanya saya membayar semua hutang saya dan saya juga memiliki cukup uang untuk membiayai sendiri bisnis semua terima kasih kepada teman saya yang memperkenalkan saya kepada ibu khususnya dan juga kepada Ibu Iskandar pada umumnya untuk mengubah rasa malu saya menjadi terkenal
    Atas perkenan: PERUSAHAAN PINJAMAN ISKANDAR LESTARI
    Email: (iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com)

    BalasHapus

Khianat Politikus Ketika Keringat Rakyat Belum Kering

Oleh: Sunardian Wirodono Sudah jamak, pemilu usai rakyat ditinggalkan. Rakyat pemilik hak suara, sebagaimana...