Jumat, Maret 02, 2012

Lily Syafruddin Prawiranegara : Dongeng Perempuan Penjual Sukun Goreng

Wanita itu berjualan sukun goreng, untuk menghidupi empat anaknya yang masih kecil. Perjuangan hidup yang berat dijalani wanita ini, selama suaminya berada di Sumatera menjalankan tugas negara.
Saat berjualan sukun itu, ada protes kecil dari Icah, anaknya, "Kenapa kita tidak minta bantuan saja pada Presiden Om Karno, dan Wakil Presiden Om Hatta, serta Om Henkie (Hamengku Buwana IX)?" tanya Icah.
"Ayahmu sering mengatakan kepada ibu, agar kita jangan bergantung pada orang lain, Nak. Kalau tidak penting sekali jangan pernah meminjam uang, jangan pernah berutang,” kata ibunya.
"Tapi apa ibu tidak malu? Ayah orang hebat, keluarga ayah dan ibu juga orang-orang hebat," sergah Icah lagi.
"Iya, sayang. Ibu mengerti, tapi dengarkan ya. Yang membuat kita boleh malu, adalah kalau kita melakukan hal-hal yang salah, seperti mengambil milik orang lain yang bukan hak kita, atau mengambil uang negara. Itu pencuri namanya. Orang-orang mungkin tidak tahu, tapi Allah tahu," kata Lily, memberi penjelasan pada anak sulungnya itu.
Lily, Ibu empat anak itu tak lain istri Menteri Keuangan pertama Indonesia, Syafruddin Prawiranegara. Nama lengkapnya Teungku Halimah.
Pada waktu dialog itu, suaminya menjabat sebagai Ketua Dewan PDRI, Pemerintah Darurat Republik Indonesia, yang tak lain adalah Presiden. Ketika itu, Sukarno dan Hatta ditawan Belanda, dan pemerintahan RI yang berkedudukan di Yogyakarta, jatuh dalam Agresi Militer II Belanda tahun 1948.

| "Kisah 207 Hari Syafruddin Prawiranegara Memimpin Indonesia", Memoar Presiden PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia), Akmal Nasery Basral.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar