Kamis, September 29, 2011

Penjelasan atas Penjiplakan Novel "Centhini Perjalanan Cinta"

Oleh Sunardian Wirodono

Mohon maaf kepada teman-teman semuanya, khususnya yang memberi komentar untuk kasus "Penjiplakan Novel Centhini oleh Gangsar".
Karena saya lamaaaa sekali tidak membuka blog ini, karena ini dan itu, maka baru sekarang saya membaca dan berusaha menjawabnya di sini.
Yang pasti, mengenai Centhini Perjalanan Cinta atas nama Gangsar itu, separoh lebih adalah teks dari saya, yang dicomot dari teks yang sudah saya kirim ke penerbit Diva, dan kemudian ternyata sebelum proses saya selesai, eh, penerbit menunjuk penulis lain (Gangsar itu) untuk menyelesaikan. Sialnya, teks saya dipakai juga dng diubah dikit-dikit dan urutannya juga diubah,... (dan yang pasti pada tgl 10 Desember 2010, di RM Kiko, Jl. Magelang, Yogya, yang bernama Gangsar sudah mengakui di depan saya, disaksikan lawyer saya dan juga pihak redaksi Diva. Sayangnya, proses somasi itu tak diindahkan baik oleh Gangsar dan Diva. Tapi bagi saya, pengakuan Gangsar sudah cukup menunjukkan, betapa rendah moralnya selaku penulis.
Soal penerjemahan, yang pasti novel trilogi "Centhini" saya bukan terjemahan dari Serat Centhini tetapi tepatnya gubahan. Saya menggubah Serat Centhini ke bahasa Indonesia, tentu berdasar pokok cerita dalam Serat Centhini. Sebagai gubahan, saya tidak menambahi, melainkan cenderung "mengurangi" karena pada dasarnya SC adalah ensiklopedi. Jika dalam gubahan sesekli dikutip SC, lebih untuk mengingatkan dan memberi impresi bahwa novel itu berasal dari SC.
Jika ingin mengetahui teks asli SC, berikut terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia, bisa dilihat pada buku "Serat Centhini Dwi Lingua" yang saya terjemahkan text by text, yang jilid I sudah terbit pada April 2011, dan jilid berikut (12 jilid) akan menyusul.
Untuk trilogi novel Centhini saya, akan diterbitkan ulang secara indie. Tunggu moga bisa akhir tahun ini. Terima kasih dan salam.

2 komentar:

  1. Trims pak Sunardian W melalui buku yang bapak terjemahan kita yang muda bias lebih mengerti budaya jawa dan dapat menjadi pegangan hidup. Salam

    BalasHapus
  2. Trims pak Sunardian W melalui terjemahan buku bapak kita generasi muda dapat lebih mengenal budaya jawa dan dapat menjadi panutan hidup, salam.

    BalasHapus