Minggu, Januari 18, 2015

Petualangan Tintin di Negeri Cenayang


Atas bujukan Biaca Castafiore dan Kapten Haddock, Tintin akhirnya memilih Boodhy Guncloudly. Tapi, Thomson and Thompson agaknya tak akur. Thomson tanpa ‘p’ menyatakan Boodhy Guncloudly cacat mental, sedang Thompson (detektif dongok dengan ‘p’) mendorong BG untuk tetep jadi pilihan Tintin, dengan alasan corps.
Di Negeri Cenayang, tepatnya Cenayang City Money Laundry (CCML), dua kelompok yang semula berseteru pun kompak. Menerima BG tanpa syarat. Meski tujuannya beda-beda. Satu berjurus politikus culun pengidap inferiority complex karena minoritas, satunya menganggap etika bukan bagian dari politik. Yang penting menang, karena sudah kalah.
Bangsat Soesatyo yang biasanya vokal, memuji-muji BG. Sembari ia berbisik-bisik, kelompok mereka tak ingin dijebak permainan Tintin. Sementara Despot Jenar Mahesa (yang popular dengan sebutan Despot J. Mahesa), memuji-muji BG. Meski di luar sidang, Despot mengatakan; “Kita sudah tahu barang busuk yang dilempar Tintin ini. Ini game. Jadi, kalau kita sudah setujui, tinggal pilih Tintin berhadapan dengan Thomson tanpa ‘p’ atau berhadapan dengan penguasa CCML. Kalau dilantik, Tintin akan berhadapan dengan detektif Thomson, kalau tidak dilantik akan berhadapan dengan CCML. Ayo dipilih-dipilih-dipilih,…”
Sekali tepuk dua lalat kliyengan. Sementara itu duo FZ (Fadlib Zonk and Fahriham Zah), disuruh oleh boss mereka untuk spa di belakang gedung CCML. Biar tidak ember di media.
Dan kini Tintin pun puyeng.
“Sudah dinyatakan tersangka, tapi kok CCML melakukan fit and proper test? Apanya yang fit dan proper? Di mana logikanya?" Prof. Calculus menggerundel sembari mencari bandulnya, dan, "Lebih ke barat, lebih ke barat,…”
Snowy buru-buru menghindar dari professor bahlul itu. Ia memilih tidur mendengkur, daripada kepala pusing cenut-cenut.
Bianca Castafiore melengkingkan symphoni number 9 dari Beatles. Suaranya memekakkan jantung. Kapten Haddock uring-uringan dengan sumpah serapahnya; “Biang panu, kutu busuk, kakerlak, jusufkalla, tomiwinata, century, hambalang, wedus, jancuk,….”
Snowy kaget terbangun, menjilati cambang Kapten Haddock, “Cup, cup, cup, sayang, guk, guk, guk,…!”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar