Sabtu, Januari 03, 2015

Kentut dalam Cinta

Sebenarnya tidak terlalu patut pagi-pagi membicarakan tentang kentut. Setidaknya, terasa sangat tidak sopan. Dan juga sungguh sangat absurd, menghubungkan kentut dan cinta. Perpaduan tidak ideal.
Bayangkanlah saja ketika Anda sedang bersama orang terkasih Anda, dengan pacar, kekasih, suami atau isteri. Ketika sedang bercengkerama memadu kasih dan kemudian salah satunya kentut. Baik kentut dengan bunyi atau tidak dengan bunyi, keduanya seolah kejadian yang memalukan. Apalagi kalau kentut tidak bunyi tapi tahu-tahu menyebarkan bau tak sedap dihidung yang sedang mendengus-ndengus karena rangsangan cinta.
Jika kentut tak berbunyi dan tak berbau, mungkin tidak menimbulkan bahaya. Tetapi kentut sering tak bisa diprediksi. Ia bisa hadir tanpa bunyi. Tapi kalau berbau bagaimana? Kesadaran kita selalu terlambat, baru mengingat-ingat setelah muncul gas amoniak yang tak sedap, tadi makan apaan ya? Kemudian kita merasa berdosa, dan tersiksa karena tak tahu mau ngomong apa, minta maaf atau pura-pura tidak tahu padahal tahu, dan pura-pura blo'on padahal memang iya.
Tapi, tahukah Anda, bahwa kentut adalah sebuah alat pengukur seberapa dalam cinta itu mempunyai nilai dan makna kesungguhan. Cobalah kentut di depan orang terkasih Anda, dan coba ajak pasangan Anda untuk membicarakan kentut itu. Diskusikan dengan penuh kasih-sayang, dan jika terjadi kesepakatan, ajaklah untuk berlomba kentut. Lebih keren lagi, kalau Anda bisa menjelaskan secara ilmiah, apakah warna kentut itu? Ada yang bilang kentut itu berwarna hijau. Benarkah?
Bukan karena kentut itu sehat bagi manusia sehat (bayangkan, orang yang terpaksa dibawa ke dokter atau rumah sakit, gegara tak bisa kentut), namun karena kentut itu juga bisa menjadi media bagi semuanya untuk mengekspresikan kasih sayang. Sampai akhirnya kelak akan bisa memahami dan mengapresiasi, bahwa kentut tidak seburuk yang kita sangka. Cobalah kentut di depan kekasih, isteri, suami, anak, ortu, presiden, menteri, anggota parlemen Anda. Sampai Anda yakin, bahwa itu lebih baik dan mulia daripada Anda berbohong.
Selamat kentut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar