Kamis, Desember 18, 2014

Mark Zuckerbergh Dikutbahi Habieb Rizieq

MZ menatap habieb yang duduk di sebelahnya. Pakaiannya seperti pakaian orang-orang Arab. Berjubah dan bersorban.
“Jangan-jangan, Anda yang disebut Sunan Ampel?”
Habieb itu tertawa terkekeh, “Bagaimana kamu bisa menyangka demikian?”
“Pakaian Anda, sama seperti foto Sunan Ampel yang saya lihat di internet.”
Lagi-lagi habieb itu tertawa. Terbahak kini, “Hahahaha, bagaimana mungkin? Memangnya pada abad 14 sudah ditemukan alat fotografi? Itu ‘kan hanya ulah tukang gambar yang jualan buku sejarah Walisanga atau yang jualan kaos sablonan!”
“Lantas?”
“Saya Habieb Rizieq!”
“Yang mendirikan FPI itu?”
Lagi-lagi habieb yang mengaku Habieb Rizieq itu tertawa keras-keras. Beberapa orang yang nongkrong di warung kebuli menoleh.
“Memangnya hanya dia yang Habieb Rizieq di dunia ini? Yang pasti, saya masih bisa mengatakan sebagai keturunan Arab dengan sejarah yang jelas. Bahkan bisa menunjukkan sanad sampai Nabi Adam,...”
MZ ternganga.
“Apa yang kamu cari di Indonesia? Baik aku beritahu. Pengguna internet di Indonesia hingga akhir 2013, menurut data BPS, mencapai angka 71,19 juta orang. Dibanding tahun sebelumnya, naik sebesar 12 persen,…”
Dan Mark Zuckerbergh pun melongo dikutbahi soal internet oleh Habieb Rizieq. Demikian kutipan novel “Jokowi Undercover” hal 61-62, yang ditulis oleh Sunardian Wirodono.
Ini buku indie, setebal 960 halaman berlatar keriuhan pilpres 2014. Tidak dijual di toko buku umum, dan hanya dijual secara online. Pemesanan atau pembelian buku hubungi atau pesan via pm/inbox pada akun fesbuk ini atau email sunardianwirodono@yahoo.com atau sms ke 0813 9397 9400 atau whatsapp ke 0856 4332 0856, atau ikuti program culdit culrang (delivery book order untuk Yogyakarta) ke 0857 2590 6400.
Harga subsidi buku tidak dicabut. Tetap Rp 120.000. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar