Senin, Oktober 13, 2014

Mark Zuckerbergh dan Habieb Rizieq di Warung Kopi


Apakah Mark Zuckerbergh baru datang ke Indonesia kemarin dan ingin bertemu Jokowi setelah pilpres 2014? Tidak. Setidaknya dalam 'Jokowi Undercover', MZ sudah datang bersama facebook ke Indonesia lebih dari lima tahun silam. Bahkan, dalam 'Jokowi Undercover', oleh DK ia dibawa ke salon make over di bilangan Blok M, agar wajah Yahudinya tak bisa dikenali. Dan ia bahkan memburu Devi Kiriani, cewek kekiri-kirian desertir Garuda Merah itu, hingga ke Surabaya dan bertemu Habieb Rizieq di sebuah warung kopi Kampung Arab, tak jauh dari makam Sunan Ampel.

“Iya, lantas apa jasamu? Itu seperti pertanyaan Jesus pada para muridnya!” Habieb Rizieq meninggikan suaranya.

(… dan mereka pun berbincang soal internet….)

“Kwkwkwkwkwk, ketawa gulung koming guling-guling,...” Habieb Rizieq merasa sok gaul dengan ketawanya. “Menebar fitnah tanpa takut ketahuan?”

“Yah. Namun kita bisa menyikapinya dengan kritis serta harus hati-hati. Tidak semua informasi di internet valid, atau yang biasa disebut hoax.”

“Itulah yang kalian tidak suka memikirkannya,” sergah Habieb Rizieq jengkel. “Saat ini kecenderungan orang untuk bersosialisasi dengan orang lain berubah. Orang lebih sering bersosialisasi di dunia maya, ketimbang bersosialisasi di dunia nyata. Kita bisa melihat dari begitu besarnya pengguna jejaring sosial Indonesia. Pengguna Facebook di Indonesia lebih 70 juta pengguna, pengguna Twitter telah mencapai 20 juta. Apakah ini berkah atau kutukan?” “Tergantung!”

“Nggak ada tergantung. Yang ada tergandeng!”

Demikian kutipan hal 66-67 dalam novel Jokowi Undercover karya Sunardian Wirodono (Oktober 2014, 960 halaman, harga Rp 120.000), tidak dijual di toko buku umum. Pemesanan dan pembelian bisa melalui situs blog ini atau email sunardianwirodono@yahoo.com, sms 0813 9397.9400 atau whatsapp ke 0856 4332 0856. Bagi yang di Yogyakarta bisa juga delivery book order ke: 0857 2590 6400.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar