Jumat, Mei 09, 2014

Rakyat yang Pinter dan Politikus Bodoh



Di dunia maya (fesbuker, twitter, blogger), sasaran terempuk dalam kampanye hoax, black campaign, kampanye negative, reproduksi kabar bohong, adalah generasi alay yang sama sekali tidak ngerti politik, dan akses informasi mereka terbatas (atau sengaja membatasi diri).
Mereka ini sering jadi korban, untuk kemudian tanpa sikap kritis, menjadi loudspeaker, yang memperbesar volume suara, memandang dengan mikroskop, sehingga produksi isyu, penyebaran gossip makin meluas serta massif. Padahal, apa yang mereka sebarkan, jika berisi fitnah atau pembunuhan karakter, bisa beresiko berat berkait UU-ITE, meski hanya mengcopy-paste dan bukan pembuat gossip. Semoga kita berhati-hati dalam hal ini. Kecuali kita berani ambil resiko karena pilihan politik, atau setidaknya kita punya data akurat. 
Sayangnya, kebutaan kita akan soal politik ketatanegaraan dan juga tata hukum Negara (berkait produk undang-undang), sering tak kita paham, sehingga politik hanya soal menyuarakan naluri purba kita yang bernama hak, tanpa menyertai dengan kewajiban.
Dan karena tak ada pendidikan politik sejak Orde Baru, generasi kini pun (bahkan mereka yang menyebut diri politikus), bisa saja tidak ngerti politik.
Sementara sang filsuf Plato berujar, “Salah satu hukuman karena menolak untuk berpartisipasi dalam politik, adalah bahwa Anda berakhir diperintah oleh bawahan Anda.”
Maksud pernyataan Plato, jika Anda tidak ngerti politik, Anda bisa dikibuli politikus, dan bisa menyebabkan semua keburukan terjadi. Misalnya, dalam pileg kemarin, karena cuek, karena nggak tahu, karena disogok duit, Anda memilih caleg seperti Aceng Fikri, koruptor, maling, penjahat, orang yang lebih bodoh dari Anda, dan sebagainya, yang kelak mereka bisa saja melahirkan produk UU yang lebih bodoh serta kacau.
Tapi, berpartisipasi dalam politik tidak mesti masuk partai politik. Dan jangan salah, menjadi golput pun bukan berarti tidak berpartisipasi dalam politik. Meski bermusik, Iwan Fals dan Slank misalnya, punya daya tawar dan nilai politik. Karena mereka menyampaikan nilai. Pramoedya Ananta Toer dalam novel-novelnya, terasa politis karena content nilai yang disodorkannya. Karya-karya mereka bisa menjadi bagian penting dalam pendidikan politik berkait dengan partisipasi politik.
Guru SD yang baik, juga bisa berpartisipasi politik dengan mengajarkan nilai-nilai kemuliaan, kebenaran, sikap kebaikan, sehingga lahir satu karakter manusia yang baik. Dan tak perlu masuk partai politik. Tapi ketika ada ulama minta takdir Tuhan digeser dan mereka punya pilihan capres sendiri, percayalah, itu bentuk kegoblogan politik mereka.
Kampanye hitam maupun negative, tidak akan laku ketika masyarakat kita adalah masyarakat yang berpengetahuan dan kritis. Bisa membandingkan informasi satu dan lainnya, dan memilah mana yang logis dan tidak logis, mana yang jernih mana yang asbun.
Makanya, sesungguhnya presiden, menteri, anggota DPR, tidak penting, karena mereka sesungguhnya adalah pelayan rakyat. Di beberapa Negara maju, yang namanya pejabat pemerintah dan pejabat Negara, bukanlah dewa-dewa, mereka staf atau karyawan rakyat, dan rakyatlah yang membayar mereka. Sama seperti di Indonesia, APBN kita, 80% dibiayai dari pajak rakyat, untuk apa saja coba? Antara lain, adalah untuk membayar presiden, menteri, anggota DPR, dsb, dan,… utang-utang luar negeri kita! 
Eugen Berthold Friedrich Brecht, atau lebih dikenal sebagai Berthold Brecht, lahir 10 Februari 1898 dan meninggal 14 Agustus 1956 di Jerman,  adalah seorang penyair, dramawan, sutradara teater, dan marxis, yang nasehatnya penting kita renungkan; "Buta yang terburuk adalah buta politik, dia tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahwa biaya hidup, harga kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat, semua tergantung pada keputusan politik. Orang yang buta politik begitu bodoh sehingga ia bangga dan membusungkan dadanya mengatakan bahwa ia membenci politik. Si dungu tidak tahu bahwa dari kebodohan politiknya lahir pelacur, anak terlantar, dan pencuri terburuk dari semua pencuri, politisi buruk, rusaknya perusahaan nasional dan multinasional yang menguras kekayaan negeri."
Kesadaran adalah cakrawala, kata Rendra. Mestinya begitulah sikap yang mesti kita bangun. Menyadari situasi, lingkungan, dan mengetahui, agar tidak bodoh-bodoh banget dan rela ditipu hanya dengan imbalan janji, duit Rp 20.000, bensin seliter, nasi bungkus, sembako, yang itu pun hanya per-lima tahun sekali. 
Bahasa politik, menurut novelis George Owell,  dirancang untuk membuat kebohongan terdengar jujur dan (lebih merupakan) pembunuhan terhormat,… Maka ingatlah selalu nasehat Pericles, "Hanya karena Anda tidak mengambil minat dalam politik tidak berarti politik tidak akan mengambil minat pada Anda!"
Sungguh ironi bukan, ketika Charles de Gaulle, presiden pertama Perancis, mengatakan; “Politisi tidak pernah percaya akan ucapan mereka sendiri, karena itulah mereka sangat terkejut bila rakyat mempercayainya.”
Jadilah rakyat yang pinter, dan bukan loudspeaker kebodohan.

2 komentar:

  1. Halo, saya Ibu Diana, pemberi pinjaman pinjaman swasta yang memberikan pinjaman kesempatan seumur hidup. Apakah Anda membutuhkan pinjaman mendesak untuk melunasi utang Anda atau Anda membutuhkan pinjaman untuk meningkatkan bisnis Anda? Anda telah ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Kami meminjamkan dana kepada individu yang membutuhkan bantuan keuangan, yang memiliki kredit buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan, untuk berinvestasi di bisnis di tingkat 2. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberitahu Anda bahwa kami memberikan bantuan yang handal dan penerima dan akan bersedia untuk menawarkan pinjaman. Jadi hubungi kami hari ini melalui email di: Dianarobertloanfirm@gmail.com

    BalasHapus
  2. Selamat Tahun Baru semuanya,

    Nama saya Mia Aris.S. Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya telah scammed oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai seorang teman saya merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 JUTA) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dengan tingkat bunga hanya 2%.

    Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah saya diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening saya tanpa penundaan. Karena aku berjanji padanya bahwa aku akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman dalam bentuk apapun, silahkan hubungi dia melalui emailnya: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya ladymia383@gmail.com.
    Sekarang, semua yang saya lakukan adalah mencoba untuk bertemu dengan pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening bulanan.

    BalasHapus