Sabtu, April 26, 2014

Pertanyaan untuk Pak Prabowo

Pak Prabowo yang baik, sebenarnya saya ingin tulis judul 'Kritik Untuk Pak Prabowo', sebagaimana sehari lalu saya tulis untuk Pak Jokowi (dan besok untuk Pak ARB, atau siapa lagi yang pasti didaftarkan ke KPU untuk capres), tapi dengan terpaksa saya ubah judulnya seperti itu.
Kenapa? Terus terang, saya takut mengritik sampeyan, karena dari begitu banyak capres, sampeyan tampaknya paling macho, paling jantan, paling gagah. Itu saya percaya teringat bagaimana Pak ARB ketika datang ke TPS waktu Pileg kemarin dikawal pasukan berkuda, bayangan beliau menggendong Teddy Bear nggak bisa hilang juga.
Karena judulnya 'Tanya Untuk Pak Prabowo', ya, isinya hanya pertanyaan-pertanyaan. Saya benar-benar tidak kenal sampeyan, meski sudah mencoba mencari tahu pada banyak sumber yang bertebaran di mana-mana, sampai pun pada visi-misi sampeyan dalam pencapresan itu. Hanya, kecewanya, kan itu visi misi sampeyan waktu Pemilu 2009 lalu, nggak ada perubahannya sama sekali?
Malah-malah saya kaget, lho kok kemudian muncul beberapa pernyataan sampeyan yang, sejujurnya, membuat saya agak bergidik. Bahwa sampeyan mendukung pernyataan Gamawan Fauzie, bahwa kepala daerah di daerahnya masing-masing hendaknya bekerja sama dengan FPI. Benar begitu? Kemudian ada pasal yang menjelaskan, bahwa Gerindra berfaham negara akan mengatur masalah beragama dan menentukan mana yang sesat dan tidak. Betulkah? Saya tak berani membayangkan nasib kaum minoritas, yang di jaman nabi selalu dilindungi. Kemudian lagi, partai sampeyan dalam kaitan pencapresan, kini telah bekerja sama dengan FAKI, Front Anti Komunis Indonesia. Komunis macam apa pengertiannya?
Saya tidak langsung percaya, dan saya bacai seluruh informasi dan berita sepak-terjang sampeyan, termasuk postingan-postingan yang menyerang Jokowi di fesbuk, yang ternyata pseudoname fans Gerindra dan sampeyan. Tapi, tak ada yang sampeyan bantah secara telak, alih-alih sampeyan malah berdalih. Dalih itu biasanya berakar dari dua hal, tidak ngerti atau ngerti tapi tidak konsisten (yang akar sebenarnya juga karena nggak ngerti juga).
Saya juga bertanya-tanya soal rencana Gerindra hendak berkoalisi dengan PPP, karena sejak kampanye pileg kemarin sampeyan sudah runtang-runtung dengan SDA, bahkan setelah coblosan, SDA membawa sampeyan sowan ke Mbah Mun di Rembang. Juru bicara sampeyan dari Gerindra ngomong bahwa Mbah Mun minta agar partai yang didirikan para mantan militer seperti Hanura, Gerindra, PKPI, Demokrat, itu bersatu. Eh, tapi akhirnya publik juga tahu, Mbah Mun kemarin di Bogor merontokkan apa yang diomongan orang sampeyan itu. Gimana ini sampeyan menjelaskannya? Pak Muchdi Pr kan jajaran penting di PPP? Silent Operation yang gagal?
Pak Prabowo, satu hal yang saya ingin tanyakan, kenapa sampeyan lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada jawaban? Itu bagi saya pertimbangan penting saya memilih sampeyan atau tidak. Jadi mohon sudi menjawab, jangan balik bertanya, nanti saya jiper.
Kalau mengenai omongan Habibie, Wiranto, juga Agum Gumelar tentang siapa sampeyan (dan saya sudah bacai semua buku-buku tentang peristiwa menjelang Mei 1998, pemecatan sampeyan, juga kisah perceraian sampeyan dengan wajah baru anggota DPR Senayan mendatang), termasuk soal isyu Tim Mawar, saya sih pura-pura merem saja. Soalnya kalau saya tanyakan, nanti saya dibully sama cocomeo sampeyan. Jangan khawatir, saya bukan termasuk orang yang lihat ke belakang-belakang banget. Tapi tolong yakinkan saya gimana ke depannya. Dan itu ternyata, saya pun nggak mendapatkannya. Kalau track record orang itu gelap, masa lalunya bermasalah, maka mau tak mau pegangan saya cuma bagaimana sampeyan meyakinkan masa depan bangsa dan negara. Itu saja yang saya pertanyakan. Pada sisi itu, sampeyan tidak meyakinkan saya, karena meski sampeyan bilang berbeda dengan Orde Baru, tapi tiba-tiba sampeyan menyatakan bahwa sampeyan ingin mempraktekkan ekonomi neo-liberalisme. Hah? Gimana sih? Terus macan Asia-nya gimana? Pusing saya melihat akrobat celetukan sampeyan.
Kalau sampeyan bisa menjelaskan itu secara runtut dan logis, kayaknya menarik juga sampeyan sebagai capres. Tapi kalau jawabannya justeru saya dapat dari para spammers sampeyan, ya saya tutup buku dengan kemungkinan sampeyan.
Sampeyan serius nyapres? Coba perbaiki komunikasi politik dengan calon partner koalisi, meski saya yakin adik sampeyan sudah menyiapkan segala resikonya untuk sampeyan. Karena jika tidak, sampeyan bisa ditelikung senior sampeyan di Demokrat lho. Kalau SBY bisa tarik semua partai tengah, sampeyan bisa kehilangan partner koalisi, dan gagal nyapres. Sedih kan? Belum lagi ambisi ARB, yang juga butuh dukungan partai tengah. Habis stock partai di sini, karena hanya ada empat partai seperti PKS, PKB, PAN, PPP. Empat partai ini diperebutkan Demokrat, Golkar, Gerindra, gimana dong?
Oh, ya, soal Fadli Zon? Soal puisi-puisinya? Siapa sih konsultan media sampeyan? Sekarang malah repot kan, ketika Fadli Zon dibandingkan Wiji Thukul? Kenal kan sampeyan dengan Wiji Thukul? Katanya sampeyan pernah menggampar Fadli Zon? Mau diulang nggak?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar