Kamis, Januari 30, 2014

ANEKDOTE MANSUR SAMIN | Mansur Samin, Anda tahu? Lelaki kelahiran Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, 29 April 1930 ini, adalah sastrawan Indonesia. Pendidikan terakhir: SMA Solo. Pernah menjadi guru, redaktur Siaran Sastra RRI Solo, redaktur mingguan Adil, (Solo), wartawan harian Merdeka (Jakarta), dan redaktur majalah Cerpen. Oleh Jassin dimasukkan ke Angkatan '66. Banyak menulis puisi, dan juga kumpulan cerita anak. Salah satu sajaknya, "Raja Sisingamangaraja", mendapat Hadiah Kedua Majalah Sastra tahun 1963.
Tak banyak cerita tentang Mansur Samin ini, kecuali sebagaimana yang diceritakan penyair Adri Darmadji Woko, bahwa beliau seorang pelupa. Ceritanya, pada suatu hari ketika Mansur Samin hendak pergi, istrinya meminta ia agar membawa payung. Maklum waktu itu musim hujan. Tentu saja tujuannya, jika turun hujan di perjalanan, Mansur tidak kehujanan. Biasa saja dan logis saja. Tapi, ketika pulang dan sampai di rumah kembali, isterinya melihat Mansur Samin basah kuyup, kehujanan. Soalnya, payung yang dibawa Mansur tadi, tetep saja cuma dijepit di keteknya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar