Sabtu, Oktober 26, 2013

Pesan Pendek yang Panjang Banget namun Pendek Akal

Isi pesan singkat (yang panjang-lebar) melalui SMS dari Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono kepada sejumlah petinggi partai, bocor ke media, Rabu 23 Oktober 2013. Dalam pesan itu, SBY mengungkapkan kemarahannya kepada ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) dan juga tokoh utamanya, Anas Urbaningrum.
SMS ini valid (dan aseli) dari SBY dari penjelasa...n juru bicara presiden. Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha menyayangkan bocornya arahan SBY melalui SMS kepada para kadernya itu. Sebab, menurutnya SMS itu hanya diperuntukan bagi kepentingan internal.
"Saya mengetahui bahwa Presiden memberi arahan kepada kader Partai Demokrat terkait dinamika yang terjadi, tapi itu arahan untuk ke dalam," ujar Julian melalui pesan singkat, Kamis 24 Oktober 2013.
Julian menegaskan pesan yang disampaikan SBY bukan untuk diketahui masyarakat luas. Ia sangat kecewa jika pesan itu sengaja dibocorkan. "Tidak etis kalau bocor atau sengaja dibocorkan," tuturnya. Lha kok bisa?
Berita ini, membuktikan kekonyolan pemerintahan SBY. (1) Cara berkomunikasi politik SBY yang ceroboh, atau menurut istilah Ani Yudhoyono; 'bodoh'. (2) Content messages yang menunjukkan kualitas rendah kepemimpinan SBY, dan kalau mau ditambah (3), urusan apa Julian Aldrin Pasha, juru bicara presiden menjelaskan hal ini? Apakah Julian dibayar negara untuk menjadi juru bicara SBY sebagai ketua umum Partai? Yang terakhir ini tentu menunjukkan di situ kacaunya rangkap jabatan partai dengan negara membuktikan abuse of power (dalam tata kelola birokrasi dan administrasi negara), dan seperti nasehat SBY yang mengutip pendapat Lord Acton; Bahwa "Power tend to corrupt, absolutely power tend absolutely to corrupt."
Persoalannya menjadi jelas, jangankan pada seluruh rakyat Indonesia, pada jajaran partainya sendiri saja, yang mendapat SMS itu, SBY tidak dihargai. Buktinya? Siapa yang membocorkan sms SBY jika bukan si penerima aseli sms itu? Dan gampang tentu untuk mencarinya. Tapi jika tak ada tindakan apa pun atas pembocoran itu, maka kita percaya teori decoy SBY, untuk pengalihan isyu. Entah isyu apalagi yang hendak dialihkan, karena terkesan pemerintahan ini sibuk berperangan dengan berbagai isyu palsu yang dilancarkannya sendiri.
Jadinya, Power ten to 'bohong', absolutely power tend absolutely to 'bohong juga'!

ISI LENGKAP SMS SBY YANG BOCOR LAGI BOCOR LAGI | Apa sebenarnya isi lengkap dari SMS yang disinyalir berasal dari SBY tersebut? Berikut isi lengkapnya seperti dikutip dari Inilah.Com:

Dari: Ketum/Ketua MT PD

Kepada:
1. Kahar PD
2. Ketua Wanbin PD
3. Ketua Wanhor PD
4. Para Waketum PD
5. Sekjen PD...
6. Ses MT PD
7. Bendum PD
8. DE PD
9. Ketua Fraksi PD DPR

Tembusan: Prof S. Boedisantoso

1. Sore ini, ketika saya baru saja sampai di Jakarta dari Kunker ke Jatim & DIY, saya dikejutkan oleh sebuah berita yang bombastis, provokatif & agitatif. Judul berita yg ada di sejumlah media berbunyi "Rezim SBY menggila". Diberitakan bahwa Prof Boedisantoso (BS) pendiri PD diculik oleh BIN (Badan Intelijen Negara), sehingga tidak bisa menghadiri acara PPI. Pihak Istana, begitu manuver politik itu, diminta utk menjelaskan.
2. Sekitar 2 jam yg lalu saya mendapatkan laporan dari Ka BIN bahwa berita itu tidak benar. Bohong. Tidak ada yg disebut penculikan itu. Saya mendengar bahwa pernyataan diculiknya Pak Boedisantoso itu dari Anas & Pasek. Selanjutnya BIN akan memberikan pernyataan pers pada malam hari ini. Bahkan atas pencemaran nama baik BIN sebagai lembaga negara, BIN mempertimbangkan utk mengadukan pencemaran nama baik itu ke pihak kepolisian. Saya juga marah terhadap fitnah keji itu, dan saya minta diusut secara tuntas. Jelaskan kpd rakyat apa yg sungguh terjadi. Negara kita negara hukum, bukan negara fitnah.
3. Sebagaimana sdr ketahui hubungan kita dgn Pak BS baik. Beliau saya angkat menjadi anggota Wantimpres selama 5 tahun. Pandangan-pandangannya juga jernih. Pak BS sangat peduli pada pluralisme & kerukunan sesama komponen bangsa. Pak BS adalah salah satu anggota Dewan Pembina PD, meskipun sekarang ini berada dlm status "non aktif" karena menjadi Komisaris di salah satu BUMN.
4. Jahat sekali. Luar biasa. Sebenarnya saya tidak ingin melihat ke belakang. Tetapi pihak Anas terus-menerus menyerang & menghantam saya & Partai Demokrat. Setelah hampir 3 tahun saya mengalah & diam, saatnya utk saya hadapi tindakan yang telah melampaui batasnya itu. Partai Demokrat atas kerja keras kita baru saja mulai bangkit. Karena perilaku sejumlah kader, termasuk Anas, partai kita sempat melorot tajam & hancur. Kalau gerakan penghancuran Partai Demokrat & SBY terus mereka lancarkan, para kader seluruh Indonesia akan sangat dirugikan. Sebagai unsur pimpinan Partai kita harus menyelamatkan partai kita, termasuk nasib & masa depan jutaan kader & anggota PD di seluruh Indonesia.
5. Jika terbukti Pasek (yg masih anggota DPR dari FPD) menyebarkan berita bohong yg mencemarkan nama baik BIN, dan secara tidak langsung nama baik Presiden, saya kira Dewan Kehormatan harus mengambil sikap & mulai bekerja secara serius. Yg penting fakta, jangan fitnah. Kalau Pasek ternyata tidak mengeluarkan pernyataan yg bersifat fitnah itu, ya tidak boleh diberikan tindakan.
6. Selama ini saya tidak menanggapi serangan-serangan Anas thdp saya. Mengapa? Saya malu jika harus meladeni. Yg jelek nama saya & PD sendiri. Lawan-lawan politik akan bertepuk tangan. Saya malah berpikir setelah tidak jadi Presiden akan saya hadapi secara serius. Atau biar lewat dulu Pileg 2014. Setelah itu akan saya hadapi benar-benar. Biasanya yg punya kekuasaan yg dzalim, sekarang yg didzalimi malah saya. Biar keadilan & kebenaran tegak. Kalau Anas tidak korupsi mengapa takut? Mengapa tidak berani membantah Nazarudin? Mengapa malah saya yg di-serang? Apa bisa Presiden melarang atau menyuruh KPK? Tak seorangpun yg bisa. Ingat. Anas tidak diberhentikan oleh PD, dia berhenti sendiri. Itupun partai yg kita dirikan dengan penuh perjuangan & pengorbanan ditinggal begitu saja. Tidak ada tanggung jawabnya. Tadinya saya tidak mau bicara seperti ini. Biar saya simpan saja dlm hati saya. Tetapi Anas amat ganas dlm menyerang & menghancurkan saya & partai kita. Bahkan secara terbuka mengatakan jangan harapakan PD akan bangkit & berhasil.
7. Menghadapi Pemilu 2014 kita harus kompak. Harus satu. Jika memang ada yg tidak setia & melawan partai kita, kita persilakan utk meninggalkan partai ini. Bagi saya tidak mengapa, berapapun yg akan meninggalkan Partai Demokrat.
8. Saatnya kita tegas, berani & menegakkan kebenaran & keadilan . Untuk partai kita, untuk kehormatan kita dan untuk bangsa kita.
9. Jika saudara telah menerima SMS ini harap memberitahu ADC Presiden, agar saya tahu bahwa saudara telah membaca & mengindahkan isi SMS ini.
10. Terima kasih. Selamat berjuang. Tuhan beserta kita.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar