Kamis, Agustus 29, 2013

Mengubur Capres Hidup-hidup dengan Jebakan Batman

Beberapa teman bertanya pada saya, bagaimana dengan Anies Baswedan sebagai peserta Konvensi Capres Demokrat? Lepas dari 1001 alasan dan pelunasan janji Anies, kita semua bisa memahami, meski juga langkahnya kali ini tidak menguntungkannya.
Dulu, saya suka menyodorkan nama Anies sebagai calon presiden alternatif, tapi juga mesti dengan cara yang lebih strategis dan inspiratif, lewat jalur independen sebagai otokritik terhadap parpol.
Tapi, begitu dia masuk melalui Demokrat? Ya sudah. Tentu saja dia jadi peserta konvensi Demokrat, bukan karena ia memilih partai itu yang terbaik. Hanya sebuah momentum saja. Meski kalau kita kaitkan dengan reputasi Partai Demokrat (satu-satunya parpol yang kepengurusannya amburadul dan oligarkis ini), pilihan Anies agak memprihatinkan.
Sama memprihatinkan ketika Sugeng Sarjadi, Efendy Gazali, Christianto Wibisono, dan Mahfud MD, mau berkait dengan perhelatan politik yang dipakai sebagai strategi untuk mengatrol elektabilitas Demokrat yang bangkrut itu. Sayonara, Kamerad!
Tapi, sudahlah, mereka menjawab, ini tantangan demokrasi.
Meski pun, persoalan lainnya, yang juga harus diingat, tidak mungkin Demokrat menyodorkan banyak capres, pasti cuma satu. Lha, satu itu siapa? Apakah Anies, Mahfud, Dahlan, Gita (peserta konvensi lainnya nggak usah disebut)? Salah tiga diantaranya, harus nyingkir. Itu kalau Demokrat memenuhi syarat electoral threshold menyodorkan capres. Kalau perolehan suaranya sendiri di Pileg 2014 anjlog? Itu artinya kans mereka sebagai capres, dengan sendirinya dikubur hidup-hidup.

Hanya karena disodori permen demokrasi, orang-orang itu mau menjadi tumbal untuk menjadi bahan gratisan kampanye Demokrat sampai Pileg 2014 mendatang.
Lebih pedih lagi, Jenderal?
Dan akan lebih pedih lagi, dengan mempertarungkan orang-orang yang konon dinilai lebih baik (dari kalangan sipil itu) itu, maka Prabowo, Wiranto, ARB, akan terbantu dalam "menumpas" lawan-lawannya terlebih dulu.
Itu lebih pedih lagi, Jenderal!
Demokrasi kadang begitu mempesona, apalagi dengan jebakan Batman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar