Jumat, Agustus 16, 2013

Dongeng Tentang Pasukan Bambu Runcing

Syahdan menurut sahibul asmuniah, pada jaman dulu kala ketika perang kemerdekaan berkecamuk. Adalah Asmuni (almarhum, pelawak Srimulat), waktu itu di Jombang, adalah anggota tentara rakyat, yang turut serta dalam perjuangan perang kemerdekaan.
Asmuni selalu bertutur kejengkelannya soal pasukan Hisbullah. Pasukan ini, sangat lekat dengan kyai, dan agak klenik. Sebelum maju perang, tradisi mereka menyorongkan bambu runcing untuk diberi isim, doa, oleh kyai mereka. Demikian juga mereka diberi mantra agar sakti, tak tembus peluru, tak mempan dibacok pedang.
Lho kenapa Asmuni cs., tak menyukai pasukan yang religius ini? Konon kabarnya, setiap operasi militer yang bersifat rahasia, lebih sering gagal jika diikuti oleh pasukan Hisbullah itu. Kenapa? Karena yang mestinya operasi berjalan diam-diam, eh, begitu hendak tiba ke sasaran, anggota pasukan Hisbullah itu biasanya lantas teriak-teriak, bertakbir, "Allahu Akbar, Allahu Akbaaaarrrr,..."
Tentu saja, pihak musuh (yakni tentara Belanda) memberikan serangan balik, memberondong para pasukan Hisbullah dengan peluru timah panas. Dan gagallah operasi rahasia itu.
Karena kost saya di Slipi (Jakarta) bersebelahan dengan Rumah Asmuni, saya berkali-kali mendengar cerita ini dan tidak bosan-bosannya. Kadang saya iseng bertanya, "Setelah mendapat isim dari sang kyai dan mantra kesaktian itu, apa mereka benar sakti, tidak tembus peluru dan menang perang dengan bambu runcingnya?
"Ya, tidak, tetap saja mereka moik (mati)," sungut Asmuni, "dan kocar-kacirlah kami dikejar Belanda,...."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar