Minggu, Januari 06, 2013

MUI-Perjuangan dan Repotnya Duduk Ngangkang


MUI-P, Majelis Unyu-unyu Indonesia Perjuangan, mempunyai problem baru akan hal fatwa yang barusan dikeluarkan. Masalahnya bukan soal ngangkang dan tidak ngangkang. Lebih jauh lagi, soalnya adalah apakah jenis kelamin sepeda motor laki-laki boleh dinaiki (baik nggonceng atau mengemudikan) oleh yang berjenis kelamin perempuan? Begitu juga sebaliknya, apakah sepeda motor perempuan (jenis bebek itu), boleh dinaiki oleh kaum lelaki? Masalahnya, mereka bukan muhrimnya. Ini bisa mengundang perbuatan tak senonoh.
Repotnya, kalau sepeda motor berjenis kelamin perempuan juga dinaiki kaum perempuan, sementara sepeda motor laki-laki dinaiki oleh laki-laki, bagaimana hukumnya? Adakah berarti para Unyu-unyu melegalkan hubungan sejenis? Bukankah itu juga aib, tabu, larangan, pamali?
Persoalannya, memang agak repot mencari dalil apakah boleh mengawinkan antara sepeda motor dengan manusia? Ini mengundang perdebatan yang tak perlu. Lagian, bagaimana dengan jenis sepeda motor yang tak jelas kelaminnya, yakni model-model sepeda motor yang lelaki bukan perempuan juga bukan (kayak Satria FU itu). Masih butuh pendalaman.
Maka setelah melakukan perdebatan panjang, Majelis Unyu-unyu merekomendasikan pada pabrik-pabrik sepeda motor, untuk membuat prototype yang sesuai dengan kaidah perunyu-unyuan. Majelis Unyu-unyu Indonesia juga mengingatkan, pabrik sepeda motor yang tidak sesuai akidah unyu-unyu, tidak akan mendapat sertifikat halal. Kalau sepeda motor itu haram, artinya onderdilnya halal disembelih (dan bisa langsung dijual protholan atau kiloan ke pasar klithikan).
Keputusan sementara, para lelaki dan perempuan yang berhasrat naik atau menggonceng sepeda motor, apapun jenis kelamin kendaraannya, mohon tidak dinaiki dulu. Meski mesin boleh dihidupkan, tapi disarankan sepeda motor itu dituntun saja. Itu lebih aman dan terhindar dari gibah. Lebih disarankan lagi, sepeda motor itu dituntun dalam kondisi mesin mati, itu lebih hemat energi 'kan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KARENA JOKOWI BERSAMA PRABOWO

Presiden Republik Indonesia, adalah CeO dari sebuah ‘perusahaan’ atau ‘lembaga’ yang mengelola 270-an juta jiwa manusia. Salah urus dan sala...