Selasa, Februari 17, 2009

Soeharto Raja Presiden 1971-1998


PARA PRESIDEN INDONESIA DAN ALMAMATER

1. Yang paling banyak
Universitas Indonesia adalah universitas yang paling banyak memproduksi menteri. sejak zaman kabinet Orla, Orba, Orde Reformasi, sampai Kabinet Indonesia Bersatunya SBY sekarang ini, alumni UI secara rata-rata paling banyak nyangkut di kabinet. Tapi untuk untuk jadi presiden? Belum pernah.. calon saja belon ada kok. Sepertinya UI hanya spesialis produsen menteri saja.

2. Yang paling produktif
Ternyata ITB adalah perguruan tinggi yang paling produktif sampai saat itu karena sudah mampu menelorkan dua presiden Indonesia, yaitu Soekarno dan Habibie.

3. Yang paling sial
UGM termasuk kategori yang paling sial, salah satu alumninya, sudah S3, professor (Amin Rais) dan selama 5 tahun “magang” di MPR untuk mempersiapkan diri sebagai calon presiden, dan didukung organisasi alumni pula.. eh ternyata gagal total menjadi presiden..

4. Yang paling jago strategi
IPB, ternyata adalah yang paling jago dalam hal strategi. Karena tahu persis kapan harus bertindak.. persis saat-saat ‘injuri time’, yaitu pada hari H-2, sebelum hari pencoblosan, memberikan gelar doctor (S3) untuk calonnya (SBY) dan ternyata sukses besar menjadi presiden…

5. Yang paling hebat
Tapi ITB dan IPB jangan sombong dulu, keduanya butuh waktu lama untuk mendidik alumninya (sampai S3 dan professor segala) untuk bisa menjadi presiden, yang paling hebat adalah UNPAD, karena cukup mahasiswa ‘drop out’ Fak Pertaniannya untuk bisa menjadi presiden (Megawati). Jangan meremehkan drop-out. Karena Gus Dur pun adalah juga seorang drop out. Bedanya, drop out dari Universitas Al Azhar Mesir dan Universitas 1001 Malam Bagdad, Irak.

***

SOEKARNO

SOEKARNO adalah presiden pertama Indonesia. Kepribadiannya terbuka, kharismatik, dan kuat karakternya. Dalam kunjungan ke Amerika Serikat tahun 1961, pers Barat banyak mengritik Soekarno yang megaloman dan flamboyant. Bahkan, dalam soal perempuan, pers Barat menuding Soekarno mata keranjang, play boy, suka mencuri-curi pandang dan melirik jika melihat perempuan cantik.
Soekarno marah dan menyerang balik pers Barat.
“Soekarno mencuri pandang, dan melirik melihat perempuan cantik?” katanya di depan puluhan wartawan internasional yang mengerumuninya. “Jika ada perempuan cantik, Soekarno melihat dengan mata selebar-lebarnya. Bukan melirik, bukan mencuri pandang. Kalau Soekarno punya seratus mata, semuanya akan dipakai untuk melihatnya,...”

***

SOEHARTO

MATERI humor Soeharto, mendominasi buku ini, karena semula memang buku ini hanya berisi humor tentang Soeharto. Karena itu, humor Soeharto bisa didapatkan pada bab-bab lain. Kalau pun dimunculkan salah satunya di sini, hanya sekedar contoh. Sebagai berikut.

ORANG Madura terkenal dengan sifat fanatismenya. Salah satunya bisa disimak dari yang terjadi sekitar tahun 1980-an. Pada jaman Soeharto, orang Madura tak gentar dengan fanatismenya. Salah satunya, dialog berikut antara Soeharto dan orang Madura.
Soeharto : Siapa Presiden RI sekarang?
Madura : Bung Karno,...!
Soeharto : (dengan heran bertanya lagi ) Siapa presiden Indonesia ?
Madura : Soekarno,...
Soeharto : Lho kok bisa begitu? Kan Presiden RI sekarang Pak Harto?
Madura : Siapa bilang? Pak Harto itu ‘kan cuma penggantinya,...!

***


HABIBIE

HABIBIE selesai dioperasi jantung dengan sukses di Jerman (habis, di mana lagi). Dia pulang terbang ke Jakarta dengan Lufthansa. Sampai di bandara Cengkareng dia lihat, dari jendela pesawat, sudah banyak para pengagumnya menanti. Baik dari kalangan KMI mau pun dari BPPT.
Habibie tahu, orang-orang itu sangat mencintainya, sangat mengharapkan kesehatannya pulih kembali, dan sebab itu dia ingin memberi kesan bahwa dia punya Gesundheit atawa kesehatan adalah walafiat atawa baik belaka. Waktu turun dari tangga pesawat, dengan gagah dia loncat dari anak tangga terakhir, ke tarmac (aspal landasan).
Di barisan depan penyambut ada Nasir Tamara, pengagumnya nomor wahid. Nasir sangat kaget dan terpesona dengan demonstasi kecil itu, dan datang memeluk Habibie. “Mein Gott” seru Nasir berdecak.
Habibie pun menjawab sambil berbisik, “Ach, Nasir, ingat ya, kalau di depan umum panggil saja saya Pak Habibie!”

***

GUS DUR


SUATU siang yang cerah di perairan Australia, di atas geladak USS Kitty Hawk berkumpullah pemimpin negara Indonesia, USA, dan Inggris untuk membahas soal keamanan di seputar pasifik.
Dalam suatu perbincangan, presiden USA George W.Bush memamerkan keberanian US Marine Corpsnya.
Bush berkata : “Bapak-bapak semua, US Marine adalah prajurit paling berani di dunia. Mau lihat buktinya?”
Bush kemudian memperintahkan kepada prajurit marinirnya. “Mayor! Cepat terjun ke laut dan berenang memutari kapal ini sepuluh kali”.
Mayor tersebut melihat ke bawah laut. Di sana telah berkumpul ikan-ikan hiu ganas yang sangat banyak. Tapi karena perintah Presiden, dia pun melompat dan berhasil berenang memutari kapal sebanyak sepuluh kali. Setelah naik ke geladak, mayor tersebut menghadap Bush sambil berkata, “Perintah telah dilaksanakan, God Bless America!”
Tony Blair tak mau kalah, “Gurkha Inggris adalah yang paling berani.
Kemudian dipanggilnya personil Gurkha, “Sersan! Terjun ke laut dan putari kapal ini sebanyak limapuluh kali.”
Byurrrr, sang sersan Gurkha langsung nyebur. Dan setelah 50 putaran, dia naik ke geladak sambil berkata “Perintah telah dilaksanakan, God save the Queen!”
Gus Dur tidak mau kalah. Dipanggilnya Kopral Jono. Kelasi juru masak di kapal perang TNI AL. “Kopral ! Terjun ke laut, dan putari kapal ini seratus kali!”
Kopral Jono menyahut spontan: “Dasar presiden gila! Masa’ saya disuruh terjun ke laut putari kapal 100 kali! Mana di bawah banyak hiunya lagi, bisa mampus saya! Dasar nggak punya otak huhhh!”
Sang Kopral berlalu pergi sambil ngedumel panjang kali lebar.
Gus Dur terkekeh penuh kemenangan. “Heh, he, he,... Sekarang lihat, siapa
yang prajuritnya paling berani?”

***

MEGAWATI

Setelah peristiwa 27 Juli 1996, kabar santer mengatakan “Megawati tidak mau dipanggil Pak Harto”, kata seorang teman. Bahkan, isyu itu makin dikuatkan, ketika meninggalnya Soeharto pun, Megawati memilih ngelencer ke luar negeri. Alasannya, mendapat undangan khusus dari petinggi negara di Eropa.
Bisa dimengerti, Megawati mungkin benar-benar sakit hati. Sejak ayahnya, Soekarno jadi pesakitan Soeharto paska 1965 sampai kematiannya, kehidupan keluarga Soekarno dipersulit. Bahkan, kuliah Megawati pun berhenti karena amputasi politik yang dilakukan Soeharto.
Tapi, benarkah tiada maaf, hingga Megawati tak mau dipanggil Pak Harto?
Sumpah mampus. Soekarno adalah presiden yang romantis. Hampir semua anaknya, diberi nama yang gagah dan indah. Lihat saja, Guntur, Guruh, Bayu, Taufan, Mega. Megawati sering dipanggil Bu Mega atau Mbak Mega. Lha, masa’ sudah diberi nama cantik macam “Megawati” kok di panggil “Pak Harto”, mana sudi!

***

SBY-JK


Banyak banget yang lucu. Nggak muat tempatnya, sumpih!


Dikutip dari buku "Orba-orbi Raja Presiden dan Murid-muridnya", Alfa Media, Yogyakarta, 2008.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar